“Hidup tak segampang ucapan Mario Teguh”. Sering sekali saya melihat pernyataan itu dalam status facebook, BBM, tweeter, dan stiker. Kalo boleh jujur, saya mengamini statement itu. Makanya, saya hanya menulis tentang refleksi saya saja, tentang apa-apa yang saya pelajari selama beraktifitas, dan tidak mau terlalu menyederhanakan masalah yang terkadang sangat kompleks dan pelik. Dan tulisan ini bukan instruksi yang harus dijalankan.
—————–
Beberapa waktu lalu saya menyebut bahwa Storming ini adalah mekanisme alamiah dalam organisasi untuk semakin membuat kita lebih solid, lebih kuat dan lebih tahan banting dalam menjalankan tugas dan dalam meraih tujuan kerja kita. Apa sebenarnya yang ada dalam fase ini?
KONFLIK, tak lain dan tak bukan. Makanya, refleksi tentang konflik ini perlu saya renungkan kembali. Lalu kenapa konflik akan memperkuat organisasi kita? Bukan konflik justru akan menghambat proses organisasi, memperlambat kerja mencapai tujuan, menghancurkan kerja sama tim, meremukkan kepercayaan, memporakporandakan jadwal dan emosi kita…..
Dalam singkat kata, bukankah konflik itu Akan menghancurkan lembaga kita secara keseluruhan? Coba saja tanya ke kawan-kawan yang SNIP nya terjadi kemelut konflik heboh. Kalau itu terjadi, masak kita harus bilang “WOW” gitu?!!
Saya pikir, kita perlu bersabar… Stay calm.. Tarik nafas dalam dalam…. Boleh isrighfar.. Boleh minum air putih…
Oke, saya mulai dengan share idenya Harry Tomlinson dalam “EDUCATIONAL LEADERSHIP – Personal Growth for Professional Development”. Konflik itu akan berdampak pada dua hal: negatif dan positif. Konflik menjadi negatif karena akan menyita energi kita dalam melaksanakan tugas dan kerja, menjatuhkan semangat dan etos kerja kita. Konflik akan membuat simpul-simpul kelompok dan memperuncing perbedaan antar anggota tim.
Konfliklah yang bertanggungjawab atas hancurnya ikatan kerja sama tim dan menyemai perilaku anggota untuk tidak berjiwa akuntabel dan bertanggung jawab. Konflik jugalah yang menabur rasa ketidaksaling-percayaan antar anggota tim. Dan pada akhirnya, produktifitas kerja kita dalam mencapai tujuan mencapai
titik nadir.
Nach….betulkan tuduhannya!?! Oke, Sekarang bolehlah kita menutup halaman negatif perenungan kita sejenak……..karena si Tomlinson masih punya ide yang lain soal konflik ini. Kita juga perlu menyadarai bahwa Konflik juga memiliki dimensi yang positif. Konflik itu akan menjelentrehkan, akan memunculkan secara gamblang satu masalah atau isu secara terbuka dan perlu perhatian serius untuk segera diselesaikan.
Konflik itu akan membuka siapa menginginkan apa, siapa harus melakukan apa, siapa harus kemana, siapa harus berkata apa, dan seterusnya. Ini artinya, satu masalah akan terkupas tuntas dengan adanya konflik. Aspek positif kedua, konflik akan menuntut dan memicu partisipasi anggota tim untuk terlibat lebih jauh dalam setiap tahapan kerja kita dalam mencapai tujuan di masa yang akan datang.
Disadari atau tidak, konflik akan memperbaharui cara kita dalam membuat dan menyusun keputusan agar lebih baik. Bayangkan saja, saat kawan-kawan harus memutuskan hubungan kerja seorang pendamping atau seorang pelatih, keputusan yang diambil tidak akan memunculkan aspek “like-dislike”, tapi yang muncul adalah aspek rasionalitas kenapa hal tersebut harus dilakukan dan dalam proses yang partisipatif, atau melibatkan banyak orang. Lanjutannya, keputusan bersama itu memerlukan sebuah komunikasi yang jelas dan intensif antar semua anggota tim.
Keputusan yang diambil itu haruslah klimaks dan menjadi solusi dari semua proses terjadinya konflik. Bila konflik yang sama tetap terjadi, hal itu menandakan bahwa keputusuan yang diambil bukanlah klimaks. Lebih jauh, proses selanjutnya yang terjadi bukanlah resolusi namun justru evolusi dari konflik itu sendiri. Konflik itu akan beranak pinak menjadi rangkaian kusut yang dapat menjerat kita.
Walau ada sisi positifnya, tentu kita tak ingin berkonflik. Karena sisi positif konflik bisa didapat tidak dengan cara berkonflik, yang penuh resiko dan membuat gejolak.
Lalu, bagaimana kita akan mencapai resolusi dari konflik? Ada banyak buku tentang hal ini, termasuk modul pelatihan Meningkatkan Sekolah Efetif (Effective School Improvement – ESI) kita itu. Tapi saya lebih suka sharing pengalaman saya saja. Ada beberapa langkah untuk mencapai resolusi konflik itu. Pertama, stay cool, stay calm. Tetap sabar dan tetap berpikir jernih. Tahan diri, bersabar dan berpikir positif walaupun kodisi organisasi kita panas dan tegang. Kedua, kita dan semua anggota tim perlu fokus kembali ke visi, misi, tujuan, rencana dan jadwal kita bersama. Ini penting, karena di sanalah semua alasan, dasar hukum, panduan kita untuk berkegiatan. Ketiga, komunikasi dengan anggota tim ( dan jika diperlukan, dengan stakeholder yang terdekat) perlu dilakukan secara intensif, saling hormat, saling percaya dan terbuka. Setelahnya, bangun keputusan bersama untuk mencapai resolusi konflik tersebut. Konsep “keputusan bersama ” ini penting, karena bukan hanya melibatkan semua tim dalam menyusun, tapi juga dirancang agar tanggung jawab resolusi tersebut dibagi habis dan rata. Dan tentu, kita harus laksanakan resolusi bersama tersebut. Tentu saja hal ini akan menyita waktu lebih lama.
Semoga bermanfaat. Salam sukses.

Your article helped me a lot, is there any more related content? Thanks!
Thank you for your sharing. I am worried that I lack creative ideas. It is your article that makes me full of hope. Thank you. But, I have a question, can you help me?
Your article helped me a lot, is there any more related content? Thanks!
I don’t think the title of your article matches the content lol. Just kidding, mainly because I had some doubts after reading the article.
I don’t think the title of your article matches the content lol. Just kidding, mainly because I had some doubts after reading the article.
Thank you for your sharing. I am worried that I lack creative ideas. It is your article that makes me full of hope. Thank you. But, I have a question, can you help me?
I don’t think the title of your article matches the content lol. Just kidding, mainly because I had some doubts after reading the article.
Thank you for your sharing. I am worried that I lack creative ideas. It is your article that makes me full of hope. Thank you. But, I have a question, can you help me?
Thank you for your sharing. I am worried that I lack creative ideas. It is your article that makes me full of hope. Thank you. But, I have a question, can you help me?
I don’t think the title of your article matches the content lol. Just kidding, mainly because I had some doubts after reading the article.
Your article helped me a lot, is there any more related content? Thanks! https://www.binance.info/ar-BH/register?ref=UT2YTZSU
Thank you for your sharing. I am worried that I lack creative ideas. It is your article that makes me full of hope. Thank you. But, I have a question, can you help me?
Thank you for your sharing. I am worried that I lack creative ideas. It is your article that makes me full of hope. Thank you. But, I have a question, can you help me?