Tim efektif : Perubahan Kurikulum, No Problem !

Saya kira, siapa pun yang berkecimpung di dunia pendidikan akan akrab dengan satu rencana pemerintah di tahun 2013 ini. Betul, seperti yang kita ketahui bersama: Kurikulum 2013. Harus diakui, kami di C3 belum sepenuhnya tahu apa isi Kurikulum 2013 ini. Informasi yang kami serap bari dari website Kemendikbud, media massa baik online maupun cetak. Sehingga, kalau pun saya berkomentar belumlah mendasar, karena sangat mungkin infromasi yang tersedia itu sangatlah terbatas. Terlebih, C3 baru akan mendiskusikannya secara internal pada bulan Februari 2013 nanti.

Terus terang saya berada dalam posisi yang setuju pada perubahan yang lebih baik, termasuk ide perubahan dalam kurikulum ini. Dalam kurikulum ini, strategi pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan dibuat dengan menentukan setidaknya tiga prioritas dari delapan standar mutu nasional di bidang pendidikan. pilihan prioritasnya pada isi, proses dan lulusan. Bagaimana dengan yang lain? tetu saja harus tetap dikerjakan. Draft Kurikulum 2013 ini terkait dengan fokus dan prioritas kerja.

Aspeknya banyak, diantaranya nilai ujian bukan satu-satunya penilaian, pembelajaran berpusat di siswa, ada upaya untuk mengejar ketertinggalan dari negara lain, beban belajar siswa makin sedikit, dan seterusnya. Saya tidak yakin apakah kondisi guru tidak perlu membuat Silabus dan sejenisnya merupakan sebuah aspek yang positif.

Saya pikir tantangan terbesarnya adalah waktu. Bulan Juni ini target terlaksananya kurikulum di 30 persen sekolah dan madrasah secara nasional. Walaupun begitu, cukupkah waktu untuk melatih semua guru sekolah dan madrasah yang mencapai sekitar 70 ribuan tersebut dalam waktu yang sempit? Bagaimana dengan pengelolanya? Pengawas? Dinas dan kantor2 terkait? Jadi, waktu adalah penantang terberat. Selain itu, adakah dana negara yang cukup memadai dan dikeluarkan secara tepat waktu, sehingga tidak mengganggu proses penjadwalan yang telah dirancang kementerian? Tak ada jaminan yang pasti. Yaa…. Tidak ada kepastiannya.

Lalu bagaimana kita (SNIP, C3, madrasah) harus bersikap terhadap pelaksanaan (bila disahkan) kurikulum tersebut? Pertama, KTSP yang kita latihkan adalah bukan praktek yang menyalahi aturan. Yang dibutuhkan hanyalah penyesuaian, misalnya, untuk waktu pengajaran, jumlah mata pelajaran, dan metode tematik terintegrasi. Lha kalau memang guru bisa menyusun silabus, itu lebih baik dari pada sekedar menerima paket dari atas, itu pun bila madrasah kita terpilih dalam 30 persen itu.

Kedua, seperti jamak diketahui bahwa dalam Kurikukum 2013 ini peran guru menjadi sentral. Nah, di sini kemudian kita bisa memaksimalkan peran dan fungsi Pelatihan PAIKEM untuk meningkatkan kompetensi guru kita. Kompetensi yang perlu kita tingkatkan misalnya pada metode pengajaran yang lebih mengaktifkan siswa, pembuatan media ajar kreatif, manajemen kelas, evaluasi dan seterusnya. Tentu saja kita perlu mevisi modu-modul pelatihan kita dan strategi pelatihan kita di madrasah.

Namun, apapun yang kita pikirkan, prediksikan, dan kita harapkan dari penerapan Kurikulum 2013 ini masih bergantung pada satu hal: adakah kepastian pelaksanaannya?

—————-

Kita memiliki modul Peningkatan Sekolah Efektif (Effective School Improvement – ESI). Modul ini sebuah pengantar tentang apa dan seperti apa sekolah dan madrasah yang efektif itu. Sekolah atau madrasah efektif adalah sebuah kondisi ideal, sebuah madrasah yang ideal. Ideal karena semua komponen madrasah memiliki komitmen yang sama untuk meningkatkan mutu pendidikan. guru, kepala madrasah, yayasan, dan komite menjadi satu kesatuan tim handal dan hebat yang menjadi motor penggerak oerubahan di madrasah. Tim ini kemudian bekerja sama untuk menciptakan sebuah lingkungan belajar yang kondusif untuk semua komponen madrasah dan mendorong terciptanya masyarakat belajar yang lebih luas. Tim ini mendorong dan bekerja keras untuk mewujudkan media ajar dan sarana pembelajaran terpenuhi. Tim ini juga mendorong program kerja pengembangan profesional semua tenaga pendidikan dan non kependidikan di madrasah.

Bila kita mencapai madrasah efektif ini, apa pun kurikulumnya, mutu pendidikan akan tetap terjamin, anak-anak dan staf madrasah tetap berkembang dan berpestasi. Insyaallah.

 

Semoga bermanfaat. Salam sukses!

13 thoughts on “Tim efektif : Perubahan Kurikulum, No Problem !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *